Pages

Showing posts with label KISAH BENAR. Show all posts
Showing posts with label KISAH BENAR. Show all posts

Friday, 10 August 2012

KISAH IBLIS DALAM MASJID




Dikisahkan dalam sebuah hadis bahawa Rasulullah SAW pergi ke masjid, apabila Rasulullah SAW hendak masuk ke dalam masjid maka Baginda SAW telah terpandang Iblis dekat pintu, lalu Rasulullah SAW pun bertanya : "Wahai Iblis! apa yang kamu buat disini?" berkata ibilis : "Sebenarnya aku hendak masuk ke dalam masjid untuk menggangu seorang yang sedang sembahyang, tetapi aku takut kepada orang yang tidur dekat dengan orang yang sedang sembahyang ini."

Kemudian Rasulullah SAW bertanya lagi : "Wahai Iblis! kenapa kamu tidak takut kepada orang yang sedang sembahyang, sedang dia dalam beribadah dan bebisik kepada Allah SWT, dan engkau takut kepada orang yang sedang tidur, sedangkan dia dalam keadaan lalai?"

Lalu Iblis berkata : "Orang yang sedang sembahyang itu bodoh dan mudah diganggu, tetapi orang yang sedang tidur itu orang alim, kalau saya berjaya menggangunya sehingga merosakkan sembahyangnya itu, saya risau orang alim itu akan bangun dan akan segera memperbetulkan sembahyang orang itu"

Baca Selanjutnya...

KISAH MAISORAH DENGAN AHLI KUBUR (KELEBIHAN SOLAT JEMAAH PADA HARI JUMAAT)


Pada suatu hari Maisorah bin Khunain melawat kubur. Setibanya di sana, dia berkata "Assalamualaikum wahai penghuni kubur, kamu telah mendahului kami dan kami akan m
enyusul kemudian, semoga Allah mengasihani kami dan kamu dan mengampuni kami dan kamu serta memberkati kami dan kamu waktu mengadap kepadaNya apabila kami telah menjadi seperti kalian"

Maka Allah Taala mengembalikan roh kepada tubuh salah seorang dari mereka dan dia menjawabnya dengan fasih "Berbahagialah kamu wahai penghuni dunia, kalian dapat pergi haji dengan 4 kali setiap bulan"

Maisorah terkejut lalu bertanya kepada ahli kubur. "Bagaimanakah kami dapat pergi haji setiap bulan 4 kali?" Orang itu menjawab "Hari jumaat". Kemudian orang itu meneruskan, "Tidakkah kamu semua mengetahui bahawa sembahyang berjemaah pada hari jumaat itu adalah haji yang mambrur dan diterima?"

Maka berkatalah Maisorah, "Beritahulah kami wahai ahli kubur apa yang harus kami lakukan supaya Allah mengasihanimu" Orang itu menjawab, "Istighfar, wahai penghuni dunia. Istighfar itu adalah yang paling bermanfaat di akhirat."

Maisorah bertanya lagi, "Apakah yang menghalang kamu dari menjawab salam kami?" Maka berkata orang itu, "Memberi salam itu suatu kebaikan tetapi kebaikan-kebaikan kami telah diangkat. Maka tidaklah boleh kami menambahkan kebaikan atau mengurangkan dosa kami."

As-syaik Al-Iman Az-Zandusti berkata Aku mendengar Abu Manshur berkata : Allah Taala memberikan :

-Hari sabtu kepada Nabi Musa A.S dan 50 nabi dan rasul.
-Hari ahad kepada Nabi Isa A.S dan 50 nabi dan rasul.
-Hari isnin kepada Nabi Muhammad S.A.W dan 63 nabi dan rasul.

Oleh kerana para nabi A.S berjumlah 124,000 orang dan antara jumlah ini hanya 313 orang yang bergelar rasul, maka yang lain utama adalah Nabi Muhammad S.AW dan ditambahkan bersama 13 nabi dan rasul.

-Hari selasa kepada Nabi Sulaiman A.Sdan 50 nabi dan rasul.
-Hari rabu kepada Nabi Yaakub A.S dan 50 nabi dan rasul.
-Hari khamis kepada Nabi Adam A.S dan 50 nabi dan rasul.

Maka tinggal hari Jumaat bagi Allah Taala.

Nabi SAW bersabda "Wahai Tuhanku, apakah bahagian umatku dariMu?"
Allah berfirman "Hai Muhammad, hari Jumaat dan syurga kepunyaanKu dan kuberikan hari Jumaat dan syurga itu kepada umatmu dan keredhaanKu bersama hari Jumaat dan syurga sebab hadiah bagi umatmu."






Baca Selanjutnya...

Wednesday, 6 June 2012

NILAI SEBUAH HARTA





 

Kongsian mengenai kisah yang insyaAllah menjadi tauladan pada diri anda dan sahabat sekalian. 

Seorang pemuda yang sedang berada di tahun akhir pengajiannya mengharapkan sebuah kereta sport daripada ayahnya lantas, si pemuda memberitahu hajatnya kepada ayahnya, seorang hartawan yang ternama, si ayah hanya senyum, si anak bertambah yakin, andai keputusan peperiksaannya begitu cemerlang, pasti kereta itu akan menjadi miliknya. Beberapa bulan berlalu... ternyata si anak, dengan berkat kesungguhannya..telah beroleh kejayaan yang cukup cemerlang..hatinya berbunga keriangan... Satu hari... si ayah memanggil si anak ke bilik bacaannya.. Si ayah memuji anaknya... sambil menyatakan betapa bangga hati seorang bapa sepertinya dgn kejayaan si anak yang cukup cemerlang... Si anak tersenyum puas... di ruang matanya terbayang kilauan kereta sport merah yang selama ini menjadi idamannya itu... si ayah yang bagaikan mengerti kehendak si anak, menghulurkan sebuah kotak yang berbungkus rapi dan cantik... Si anak terkesima... sungguh... bukan itu yg dihajatkan... dengan hati yang berat... kotak itu bertukar tangan... matanya terarah kepada riak wajah ayahnya... yg tidak menunjukkan sebarang perubahan; seolah2 tidak dapat membaca tanda-tanya yang bersarang di hatinya... . Dalam pada itu, si anak masih membuka pembalut yang membungkus kotak itu... penutup kotak dibuka... apa makna semua ini ..sebuah Al-Quran kecil; comel dgn cover kulit..tinta emas menghiasi tulisan khat di muka hadapan... Si anak memandang ayahnya... terasa dirinya dipermainkan... amarahnya membuak... nafsu mudanya bergelojak... ayah sengaja mempermainkan saya... ayah bukannya x tahu betapa saya menyukai kereta tu... bukannya ayah x mampu utk membelikannya... sudah ayah... bukan al-Quran ni yang saya nak... katanya keras... al-Quran itu dihempaskan keatas meja bacaan... Si anak terus meninggalkan si ayah..tanpa memberi walau sesaat utk si ayah bersuara... pakaiannya disumbatkan ke dalam beg.. lantas, dia meninggalkan banglo mewah ayahnya... memulakan kehidupan baru dengan sekeping ijazah yg dimilikinya... . 10 tahun berlalu.. Si anak kini merupakan seorang yang berharta... punyai syarikat sendiri... dengan isteri yg cantik dan anak-anak yang sihat..cukup membahagiakan... namun hatinya tersentuh.. Sudah 10 tahun.. sejak peristiwa itu dia tidak pernah menjenguk ayahnya... sedang dia berkira2 sendiri... telefonnya berdering... dari peguam ayahnya... ayahnya meninggal dunia semalam... dengan mewariskan semua hartanya kepada si anak... Si anak diminta pulang untuk menyelesaikan segala yg berkaitan perwarisan harta... Dan buat pertama kalinya setelah dia bergelar bapa... si anak pulang ke banglo ayahnya... memerhatikan banglo yg menyimpan 1001 nostalgia dlm hidupnya... Hatinya sebak.. bertambah sebak apabila mendapati di atas meja di bilik bacaannya... Al-quran yang di hempaskannya masih lagi setia berada di situ... bagaikan setianya hati ayahnya mengharapkan kepulangannya selama ini... perlahan2 langkahnya menuju ke situ... mengambil al-quran itu..membelek2-nya dengan penuh keharuan... Tiba-tiba... jatuh sesuatu dari al-quran itu... segugus kunci... di muka belakang al-quran itu... sebuah sampul surat ternyata diselotepkan disitu... Kunci itu segera dipungut... hatinya tertanya-tanya... nyata sekali... di dalam sampul surat itu... terdapat resit pembelian kereta idamannya... dibeli pada hari konvokesyennya... Dengan bayaran yg telah dilunaskan oleh si ayah... sepucuk warkah tulisan tangan org yg amat dikenalinya selama ini..hadiah teristimewa utk putera kesayanganku... Air mata si anak menitis deras... hatinya bagai ditusuk sembilu.. penyesalan mula bertandang... namun semuanya sudah terlambat... 

Baca Selanjutnya...

Wednesday, 16 May 2012

GEMPA BUMI ADALAH AMARAN ALLAH


Isyarat dari Allah terhadap Perbuatan Manusia.
( Respon Rasulullah dan Sahabatnya Di Sebalik Gempa Bumi dan Musibah Lainnya )
  
Suatu kali di Madinah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata,
“Tenanglah … belum datang saatnya bagimu.” Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para sahabat dan berkata, “Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah (buatlah Allah redha kepada kalian)!”

Sepertinya, Umar bin Khattab RA mengingat kejadian itu. Ketika terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah,

“Wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!”

Seorang dengan ketajaman mata bashirah seperti Umar bin Khattab bisa, merasakan bahwa kemaksiatan yang dilakukan oleh para penduduk Madinah, sepeninggal Rasulullah dan Abu Bakar As-Shiddiq telah mengundang bencana.

Umar pun mengingatkan kaum Muslimin agar menjauhi maksiat dan segera kembali kepada Allah. Ia bahkan mengancam akan meninggalkan mereka jika terjadi gempa kembali. Sesungguhnya bencana merupakan ayat-ayat Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya, jika manusia tak lagi mau peduli terhadap ayat-ayat Allah.

Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-Jawab Al-Kafy mengungkapkan, “Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Di kalangan Salaf, jika terjadi gempa bumi mereka berkata, ‘Sesungguhnya Tuhan sedang menegur kalian’.”

Khalifah Umar bin Abdul Aziz juga tak tinggal diam saat terjadi gempa bumi pada masa kepemimpinannya. Ia segera mengirim surat kepada seluruh wali negeri,

” Amma ba’du, sesungguhnya gempa ini adalah teguran Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan saya telah memerintahkan kepada seluruh negeri untuk keluar pada hari tertentu, maka barangsiapa yang memiliki harta hendaklah bersedekah dengannya.”

“Allah berfirman,
 ‘Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan tobat ataupun zakat). Lalu, dia mengingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang.” (QS Al-A’laa [87]:14-15). Lalu katakanlah apa yang diucapkan Adam AS (saat terusir dari surga), ‘Ya Rabb kami, sesungguhnya kami menzalimi diri kami dan jika Engkau tak jua ampuni dan menyayangi kami, niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi.”

“Dan katakan (pula) apa yang dikatakan Nuh AS, ‘Jika Engkau tak mengampuniku dan merahmatiku, aku sungguh orang yang merugi’. Dan katakanlah doa Yunus AS, ‘La ilaha illa anta, Subhanaka, Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim’.”

Jika saja kedua Umar ada bersama kita, mereka tentu akan marah dan menegur dengan keras, karena rentetan “teguran” Allah itu tidak kita hiraukan bahkan cenderung diabaikan. Maka, sebelum Allah menegur kita lebih keras, inilah saatnya kita menjawab teguran-Nya.
Labbaika Ya Allah, kami harus kembali kepada-Mu.

Wallahu a’lam.

Baca Selanjutnya...

Tuesday, 15 May 2012

KENAPA DICIPTAKAN NERAKA??



Kisah seorang gadis Melayu, beragama Islam, tapi cetek pengetahuan tentang agama. Ceritanya begini, di sebuah negeri yang melaksanakan dasar 'Membangun Bersama Islam', kerap kali pihak berkuasa tempatan menjalankan pemeriksaan mengejut di premis-premis perniagaan dan kompleks beli-belah, untuk memastikan para pekerja di premis berkenaan menutup aurat.

Aku tak pasti berapa jumlah denda yang dikenakan sekiranya didapati melakukan kesalahan, tapi selalunya mereka akan diberi amaran bagi kesalahan pertama, dan didenda jika didapati masih enggan mematuhi garis panduan yang ditetapkan.

Lazimnya dalam setiap operasi sebegini, seorang ustaz ditugaskan bersama dengan para pegawai pihak berkuasa tempatan. Tugasnya adalah untuk menyampaikan nasihat secara berhemah, kerana hukuman dan denda semata-mata tidak mampu memberi kesan yang mendalam.

Dalam satu insiden, ketika operasi yang dijalankan sekitar 2005, seorang gadis yang bekerja di salah satu lot premis perniagaan di Pasaraya Billion telah didapati melakukan kesalahan tidak menutup aurat.

Maka dia pun kena denda la... setelah surat saman dihulurkan oleh pegawai PBT, ustaz ni pun bagi la nasihat, "..lepas ni diharap saudari insaf dan dapat mematuhi peraturan.... peraturan ni bukan semata-mata peraturan majlis perbandaran, tapi menutup aurat ni termasuk perintah Allah.

Ringkasnya, kalau taat segala perintahNya, pasti Dia akan membalas dengan nikmat di syurga.. kalau derhaka tak nak patuhi perintahNya,t akut nanti tak sempat bertaubat, bakal mendapat azab di neraka Allah. Tuhan Maha Penyayang, Dia sendiri tak mahu kita campakkan diri ke dalam neraka..."

Gadis tersebut yang dari awal mendiamkan diri, tiba-tiba membentak "Kalau Tuhan tu betul-betul baik, kenapa buat neraka ? Kenapa tak boleh sediakan syurga je? Macam tu ke Tuhan Maha Penyayang?" Mungkin dari tadi dia dah panas telinga, tak tahan dengar nasihat ustaz tu.. dah la hati panas kena denda sebab dia tak pakai tudung..

Ustaz tu terkedu sekejap. Bahaya budak ni. Kalau dibiarkan boleh rosak akidah dia. Setelah habis gadis tu membebel, ustaz tu pun jawab: "Dik, kalau Tuhan tak buat neraka, saya tak jadi ustaz. Berapa sen sangat gaji saya sekarang. Baik saya jadi tokey judi, atau bapa ayam.. hidup senang, lepas mati pun tak risau sebab gerenti masuk syurga. Mungkin awak ni pun saya boleh culik dan jual jadi pelacur. Kalau awak nak lari, saya bunuh je. Takpe, sebab neraka tak ada. Nanti kita berdua jumpa lagi kat syurga.. Kan Tuhan tu baik?"

Gadis tu terkejut. Tergamak seorang ustaz cakap macam tu? Sedang dia terpinga-pinga dengan muka confused, ustaz tu pun jelaskan: "perkara macam tadi akan berlaku kalau Tuhan hanya sediakan syurga. Orang baik, orang jahat, semua masuk syurga.. maka apa guna jadi orang baik?

Jadi orang jahat lebih seronok. Manusia tak perlu lagi diuji sebab semua orang akan 'lulus' percuma. Pembunuh akan jumpa orang yang dibunuh dalam syurga.. perogol akan bertemu lagi dengan mangsa rogol disyurga.. lepas tu boleh rogol lagi kalau dia nak.. takde siapa yang terima hukuman.

Sebab Tuhan itu 'baik'. Adakah Tuhan macam ni yang kita nak? Awak rasa, adil ke?"; tanya ustaz.

"Ah.. mana adil macam tu. Orang jahat takkan la terlepas camtu je.." rungut si gadis.

Ustaz tersenyum dan menyoal lagi: "Bila tuhan tak adil, boleh ke dianggap baik?"

Gadis tu terdiam.

Ustaz mengakhiri kata-katanya: "Adik, saya bagi nasihat ni kerana kasih sesama umat Islam. Allah itu Maha Penyayang, tapi Dia juga Maha Adil. Sebab tu neraka perlu wujud. Untuk menghukum hamba-hamba-Nya yang derhaka, yang menzalimi diri sendiri dan juga orang lain.

Saya rasa awak dah faham sekarang. Kita sedang diuji kat atas dunia ni. Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah, maka bukan HAK kita untuk berpakaian sesuka hati kita. Ingatlah; semuanya dipinjamkan olehNya, sebagai amanah dan ujian.. semoga kita dapat bersabar dalam mentaati segala perintahNya, untuk kebaikan diri kita jugak. Assalamu'alaikum."
Baca Selanjutnya...

Friday, 11 May 2012

TENTERA YANG DIHINA KERANA MEMPERCAYAI ADANYA ALLAH


 

Subhanallah...

Seorang pemuda tentera yang berkerja sebagai tentera di sebuah negara asing sering dihina kerana dia mempercayai adanya ALLAH...

Seorang Kapten yang berkepercayaan atheist mahu menguji beliau dalam usaha memalukan beliau kepada kalangan tentera yang lain...

kapten tersebut memanggil beliau untuk mengambil kunci Jeep askar untuk dialihkan kedudukan Jeep trsebut ke tmpat yang disediakan....

Jawab pemuda itu : saya tidak boleh memandu kapten kerana beliau tidak mempunyai kemahiran dalam memandu Jeep yg canggih tersebut...

kapten tersebut berkata : kamu mintalah pada tuhan kamu dan tunjukkan bahawa tuhan kamu itu berkuasa atau tidak...

lalu pemuda itu mengambil kunci tersebut dan berdoa kepada ALLAH s.w.t, ketika beliau sedang berjalan menghampiri Jeep tersebut...

dengan penuh berhati-hati beliau mengerakkan JEEP tersebut ke tempat asal nya...
lalu beliau mematikan enjin Jeep tersebut...

pemuda itu keluar dari Jeep tersebut dengan perasaan teruja kerana pertama kali beliau memandu Jeep secanggih itu walaupun hanye beberapa meter sahaja pergerakan yang dilakukan...

sekeluar sahaja dari Jeep tersebut, kelihatan Kapten dan tentera yang lain menangis kesemuanya...

lalu mereka semua berkata "KAMI MAHU BERIBADAH KEPADA TUHAN KAMU!!" kata tentera2 yg lain...

pemuda tersebut berasa hairan...

lalu Kapten yang menyuruh pemuda itu mengalihkan Jeep tersebut membuka hud Jeep tersebut dan menunjukkan kpd pemuda itu bahawa Jeep tersebut tidak mempunyai enjin....

MAHA SUCI ALLAH YANG MAHA ESA LAGI BERKUASA...
Melutut pemuda tersebut bersama tentera yang lain bersujud kepada ALLAH S.W.T...

PEMUDA ITU BERKATA : Tuhan yang memberikan kehidupan kepada apa yang tidak wujud...

Anda mungkin fikir ada perkara yang masih mustahil DENGAN Allah sahaja boleh ...
Baca Selanjutnya...

Thursday, 10 May 2012

INSAFLAH

Seorang lelaki muda bangun di awal pagi utk solat subuh di masjid. Dia berpakaian, berwudu' dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan lelaki itu jatuh dan pakaiannya kotor. Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudu', dan, berjalan menuju masjid.

Dlm perjalanan ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Dirumah, dia, sekali lagi berganti baju, berwudu' dan berjalan lagi menuju masjid.

Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang lelaki yg memegang lampu. Dia menyapa lalu lelaki itu menjawab "Saya melihat kamu jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan kamu.' Lelaki muda mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid.

Saat sampai di masjid, lelaki muda itu mengajak teman barunya yang membawa lampu untuk masuk bersolat subuh bersamanya. Lelaki tadi menolak. Berkali-kali diajak tetapi jawapannya sama.

Lelaki muda bertanya, kenapa menolak untuk masuk bersolat. Lelaki pembawa lampu menjawab:

AKU ADALAH SYAITAN !

Lelaki muda itu sungguh terkejut..!

Syaitan menjelaskan, ''Saya melihat kamu berjalan ke masjid,dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah mengampunkan semua dosamu. Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan itupun tidak membuatmu merubah fikiran tetapi tetap kembali ke masjid.

Kerana itu, Allah mengampunkan dosa seluruh keluargamu. Saya KHUATIR jika saya membuatmu jatuh ketiga kalinya, mungkin Allah akan mengampunkan dosa seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahwa kamu sampai dimasjid dgn selamat..'

MORAL :

Jangan abaikan suatu niat baik yg kita mahu lakukan, kerana kita tidak pernah tahu ganjaran yg bakal kita perolehi dari segala kesulitan yg kita hadapi demi melaksanakan niat baik tersebut .
Baca Selanjutnya...

Wednesday, 2 May 2012

INDAHNYA HIDAYAH TAUFIK



KOMANDAN & 37 PRAJURIT PENGAMAN MASUK ISLAM: Kapten San Jin-Gu adalah salah satu komandan Brigade-11SF, pasukan pengaman PBB dari Korea Selatan yg ditugaskan di Iraq.

Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Iraq Utara. Ketika bertugas di wilayah tersebut, beliau sering mengamati orang-orang Muslim bersolat berjamaah di Masjid. Kebetulan markas pasukannya berada dekat dengan masjid. Dia sangat hairan dengan gerakan-gerakan solat tersebut.

Oleh kerana ingin tahu, beliau mencuba meniru seluruh gerakan solat dan mempraktikkan di biliknya secara sendirian. Ketika mempraktikan itulah dia merasakan ada ketenangan dan perasaan damai yang hadir dalam hatinya.

Itulah sebabnya, pergerakan solat tersebut kemudiannya dijadikan program meditasi dalam pasukan yg dipimpinnya (disamping Yoga), dan ternyata sebahagian besar anggota-anggotanya setelah melakukan gerakan2 solat tersebut, mereka merasakan perasaan yg sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai.

Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya dia memutuskan untuk memeluk Islam. Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada anggota-anggotanya, beliau berkata : "Aku telah menemukan cahaya kehidupan yg sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya tersebut, dan cahaya itu adalah Islam".

Tanpa di duga, secara spontan 37 anggota bawahan yang dipimpin olehya mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandan mereka - juga untuk memeluk Islam.

Subhanallah..!!
Walhamdulillah..!!
Allahu Akbar...!!

Jika anda rasakan artikel ini sangat berguna untuk dikongsi, sila lah "SHARE" di wall masing-masing..;-)

SUMBER: Hamba Allah
Baca Selanjutnya...

Monday, 30 April 2012

PERUNTUH MASJID BABRI MEMELUK ISLAM


BERAPA ramai di antara kita masih mengingati tragedi ummah yang berlaku pada tahun 1992? Iaitu pada tarikh 6 Disember tahun itu, Masjid Babri di Ayodhya, India tidak dapat dipertahankan dan diselamatkan apabila institusi suci umat Islam itu dimusnahkan oleh puak pelampau Hindu.

Seramai 150,000 pejuang nasionalis Hindu yang tidak dapat dihalang memusnahkan masjid itu dalam konflik berpanjangan perebutan antara Hindu dan Muslim di India.

Salah seorang pelampau Hindu atau lebih tepat, dalang untuk meruntuh dan memusnahkan Masjid itu merupakan seorang pemuda yang bernama Shive Prasad berasal dari Faisabad, iaitu daerah di mana terletaknya masjid itu.

Prasad ialah ketua sebuah parti politik Bajrang Dal yang diberi kepercayaan dan tanggungjawab ‘suci’ untuk mengetuai hampir 4,000 penduduk kampungnya, Kar Sevak bagi memastikan masjid itu akhirnya runtuh.

Tindakan melampau untuk meruntuhkan masjid purba itu telah dirancang dengan baik oleh Prasad. Beliau memberi arahan dan latihan yang secukupnya kepada para pengikutnya seramai 4,000 orang itu bagi memastikan rancangan itu berjaya.

Satu tindakan yang melanggar undang-undang apatah lagi menghormati perasaan penduduk Islam yang lain.
Sedangkan masjid itu merupakan salah sebuah masjid terbesar di negeri Uttar Preadesh, utara India dengan bilangan umat Islamnya seramai 31 juta orang.

Pada hari kejadian itu, Prasad tidak sahaja menceroboh masuk malah berjaya memanjat kubah besar masjid dan bersama pengikut-pengikut yang lain mereka berjaya menawan masjid itu. Kemudian bersorak gembira apabila mereka akhirnya berjaya meruntuhkan kubah dan keseluruhan masjid tersebut.

Mereka melaung-laungkan perkataan “Ram! Ram!” sebagai tanda kemenangan kononnya masjid itu akhirnya berjaya jatuh ke tangan pelampau Hindu.

Prasad puas hati kerana berjaya mengembalikan hak penganut Hindu yang kononnya masjid Babri itu dibina atas tapak kuil, yang dibina bagi memperingati tempat kelahiran tuhan mereka yang bernama Rama.

Namun tujuh tahun selepas kejadian itu, pada tarikh yang sama kejadian runtuhan Masjid Babri itu, Prasad akhirnya sujud memohon ampun kepada Allah atas ‘kejahatan’ beliau terhadap Masjid Babri itu. Malah beliau berpuasa dan menyesali sehingga mengalir air mata memohon Allah mengampuninya yang tergamak meruntuhkan rumah ibadat itu.

Kuasa Allah
Ya, pada tarikh 6 Disember 1999 itu, dengan kuasa Allah, Prasad memeluk Islam dan menukar namanya kepada Mohammed Mustafa.

Berita pengislaman pemuda itu disiarkan oleh Malayalam News keesokan harinya iaitu pada 7 Disember 1999 yang kemudiannya dipetik oleh Arab News Publications di Arab Saudi.

Berita itu amat mengejutkan apabila melihat sendiri latar belakang Prasad, terutama bapanya, Trigal Ramanathan merupakan Ketua Puak Sangh Parivar di mana seluruh puak itu terbabit secara aktif dalam usaha meruntuhkan Masjid Babri.

Menurut pemuda ini, sejak kejadian runtuhan masjid itu, Prasad dihantui perasaan bersalah sehingga begitu menekan jiwanya. Walaupun pada tangannya masjid itu akhirnya runtuh, namun ia tidak menjanjikan kedamaian berikutan beliau merasakan telah melakukan satu dosa yang amat besar.

Mungkin dengan keluar dari India, Prasad mengharap beliau tidak lagi diburu oleh perasaan bersalah itu. Lalu beliau mencari pekerjaan di Sharjah salah sebuah negara anggota Emiriah Arab Bersatu (UAE).

Namun fikirannya masih tidak tenang walaupun beliau menyibukkan diri dengan pekerjaan dan suasana yang baru di negara itu.

Sehinggalah pada 4 Disember tahun 1998, pada hari itu beliau berjalan seorang diri di sebatang jalan di bandar Sharjah. Secara tiba-tiba beliau terdengar suara khatib dari sebuah masjid berhampiran. Menariknya, khutbah itu disampaikan dalam bahasa Urdu dan beliau dapat mengikuti khutbah itu dengan jelas.

Prasad berhenti untuk mendengar khutbah itu dan alangkah terkejutnya pemuda ini apabila sang khatib menyebutkan bahawa Allah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, mampu mengubahkan hati-hati yang tidak mempercayai kewujudan-Nya selama ini.

Sejurus mendengar khutbah itu sehingga akhir, semacam satu perasaan yang tenang menyelinap masuk ke hatinya. Malah seolah-olah telah tercabut satu beban besar yang selama ini menyebabkan fikirannya menjadi begitu serabut.

Segala puji-pujian terhadap Allah yang akhirnya telah memberi hidayah dan membukakan hatinya walaupun dirinya telah melakukan kesalahan yang lazimnya sukar untuk diterima apatah lagi dapat dimaafkan.

Namun berita Prasad memeluk Islam itu tidak sahaja menimbulkan kemarahan keluarga. Malah akibat tidak dapat menanggung malu, Prasad akhirnya dibuang oleh keluarganya sendiri. Beliau tidak dibenarkan pulang semula ke India, kalaupun dia pulang juga maka nyawanya akan terancam.

Berita pengislaman Prasad itu juga menyebabkan parti-parti politik dan pelbagai pertubuhan Hindu yang menyokong tindakan beliau beliau meruntuhkan Masjid Babri turut marah dan mengancam untuk membunuhnya tanpa mengira masa dan tempat.

Namun apa pun ancamannya Prasad tetap teguhkan imannya terhadap Islam. Islam menjadikan beliau seorang manusia ‘baru’ yang dahagakan kebenaran sehinggakan dalam tempoh yang masih baru mengenal Islam beliau berjaya menghabiskan bacaan dan mempelajari 17 surah dalam al-Quran. Malah beliau bersungguh-sungguh untuk khatam kitab suci itu.

Cita-citanya kini adalah untuk berkongsi kebenaran mengenai Islam dengan orang lain termasuk ahli-ahli keluarganya sendiri.

“Kalau itu diizinkan Allah, bukan soal dosa saya akhirnya tertebus sudah.

“Tetapi sekurang-kurangnya itulah sumbangan saya terhadap Islam di samping perbuatan saya itu juga telah melukakan hati jutaan umat Islam dan saya mahukan mereka juga memaafkan saya dengan sekurang-kurangnya saya membina semula apa yang telah saya runtuhkan,” ujarnya sayu.

sumber : Utusan Online
Baca Selanjutnya...

Monday, 23 April 2012

KEMATIAN YANG DICEMBURUI


KISAH ALLAHYARHAM HUZAIFAH (I)
Laporan ini disampaikan oleh beberapa rakan seusaha yang turut bersama menguruskan jenazah allahyarham Muhammad Huzaifah, 21. Arwah merupakan pelajar Universiti Malaysia Terengganu berasal dari Sabak Bernam, Selangor.

Jemaah 40 hari daripada Terengganu ini telah diputuskan di Masjid Jamek Bandar Sri Petaling untuk buat usaha dakwah & tabligh di Sandakan, Sabah. Jemaah seramai 10 orang terdiri 5 orang awam dan lima lagi lagi pelajar UMT, selamat tiba di lapangan terbang Sandakan pada hari Rabu malam Khamis, 28hb April 2010. Jemaah kemudian dihantar ke Masjid Pangeran Hj. Galpam, Batu 7 buat sementara waktu yang juga merupakan marhalah seorang daripada syura Sandakan, Hj. Mohd Zain.

Pada pagi hari Jumaat bersamaan 30hb April 2010, jemaah telah berangkat ke daerah Pamol, kawasan perladangan Kelapa Sawit terancang yang jauh jarak perjalanannya daripada bandar Sandakan sekitar dalam 150 km. Di daerah ini ada 13 buah kampung. Kebiasaannya jemaah 40 hari yang bergerak di Sandakan akan buat usaha sama ada di kawasan bandar, kepulauan-kepulauan sekitar, daerah-daerah kecil dan kawasan pedalaman mengikut keputusan yang telah dimesyuaratkan bersama oleh syura tempatan atas kesediaan jemaah. Memandangkan jemaah telah diputuskan ke daerah ini, kemungkinan besar juga jemaah ini akan buat usaha dakwah & tabligh di daerah berdekatan iaitu Telupid. Di daerah ini berlaku kes murtad dan beberapa rombongan jemaah daripada Semenanjung telah dihantar ke sana termasuklah jemaah daripada Batu Pahat pada akhir tahun lepas.

Detik-detik kematian Allahyarham

Rakan arwah, Fadhil, yang turut bersama jemaah ini telah ditanya oleh Datuk Hj. Abdul Rahman di Masjid Pangeran Hj. Galpam berkenaan kejadian yang menimpa arwah. Dia menceritakan pada pagi Selasa 4hb Mei 2010, arwah diberi tanggungjawab untuk memberi bayan selepas solat fardhu subuh berjemaah. Kemudian kesemua mereka bermesyuarat untuk mengagih-agihkan tugasan pada hari itu. Setelah mesyuarat dan beberapa waktu ketika, mereka (pelajar) seramai 5 orang pergi ke sungai berhampiran untuk mandi kerana simpanan air di surau amat terhad untuk kegunaan wudhu dan lainnya. Pada waktu awal pagi itu yang masih berembun (suasana pedalaman), mereka kesemuanya turun ke tebing sungai yang mana ketinggian paras air di tebing sungai itu sahaja pun sudah separas dada. Mereka termasuk arwah cuba berenang menyeberangi sungai ke tebing bersebelahan. Setelah hampir di pertengahan, mereka memutuskan untuk kembali semula ke tebing kerana sungai itu amat dalam. Arwah tertinggal di belakang dan lemas tenggelam. Rakan mereka menyangkakan arwah bergurau kerana kali terakhir mereka melihat sebelum arwah tenggelam, dia masih kelihatan tersenyum seolah tiada apa-apa yang berlaku. Setelah dua minit berlalu, barulah mereka risau kerana tidak melihat arwah. Pada pagi itu juga, ada beberapa pelajar sekolah menengah yang berjalan kaki berhampiran sungai untuk ke sekolah. Dengan kehendak dan kerahiman Allah SWT, pelajar-pelajar sekolah ini membantu rakan jemaah mengeluarkan arwah daripada dasar sungai. Dalam usaha menyelamatkan arwah dengan menekan pada dadanya, air berserta lumpur keluar daripada mulut arwah dan tidak dapat diselamatkan lagi. انّا للہ و انّا الیہ راجعون

Jemaah telah pergi ke balai polis berdekatan dan melaporkan kejadian ini. Akhirnya, pegawai polis yang telah diberi tanggungjawab, menghantar jenazah ke Hospital Duchess of Kent di bandar Sandakan dengan menaiki jeep untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan daripada pihak hospital. Dua orang daripada jemaah ikut serta, seorang rakan seusaha tempatan yang nusrah jemaah ini dan seorang lagi rakan arwah, Fadhil. Hj. Darwis yang juga merupakan syura Sandakan dan seorang doktor di hospital tersebut, mendapat perkhabaran ini dan kemudiannya menyebarkan berita ini kepada rakan seusaha yang lain. Hari selasa malam rabu merupakan malam mesyuarat mingguan usaha dakwah & tabligh di Sandakan. Takaza ini dibentangkan dalam mesyuarat supaya pengurusan jenazah arwah dilakukan dengan kadar segera dan dihantar ke pangkuan keluarganya di Sabak Bernam, Selangor. Tugasan telah diagih-agihkankan kepada rakan seusaha yang bersedia menyambut tazaka ini, daripada hal pengurusan jenazah di bilik mayat hospital termasuklah mengkafan dan menyembahyang arwah sehinggalah pengurusan kargo di lapangan terbang Sandakan.

Rabu, 5hb Mei 2010

Selepas solat subuh berjemaah, rakan seusaha yang telah diberi tanggungjawab, pergi ke bilik mayat Hospital Duchess of Kent. Semasa arwah dikeluarkan daripada peti sejuk mayat, beberapa rakan seusaha mengangkat arwah. Seorang daripada mereka menceritakan, jenazah arwah sangat ringan dan lembut tidak kaku seperti orang yang masih hidup. Wajah dan tubuh arwah kelihatan berpeluh, seperti baru sahaja mandi. Tubuh arwah masih dalam kemerah-kemerahan. Arwah dimandi dan dikafankan, kemudian disembahyangkan oleh rakan seusaha yang ramainya dalam sekitar 30 orang di tempat khas. Jenazah juga disembahyangkan oleh beberapa rakan seusaha yang lain selepas itu. Hj. Lakariba (syura Sandakan) tidak menahan esak tangis semasa menyembahygkan jenazah. Sementara menunggu pegawai kementerian kesihatan pada pagi itu, Hj. Lakariba membuka semula kafan arwah dan melihat wajahnya, sekali lagi Hj. Lakariba menangis. Rakan seusaha yang lain mengatakan, wajah arwah tenang dan tampak keputihan seperti diletakkan cairan lilin pada permukaan wajahnya. سُبْحَانَ اللّهِ

Pada pukul 9 pagi, pegawai daripada Kementerian Kesihatan datang dan menguruskan jenazah. Pemeriksaan pada tubuh arwah dilakukan, keranda dipakukan pada empat penjuru, dibungkus dengan canvas dan diberi cop/seal sebagai tanda sudah diberi pengesahan. Lebih kurang sejam selepas itu, barulah jenazah dihantar ke lapangan terbang Sandakan. Fadhil rakan pelajar arwah yang turut keluar 40 hari bersama arwah, menaiki kapal terbang ke KLIA menghantar jenazah arwah. Diberitakan oleh rakan seusaha, pengurusan jenazah teratur dan lancar/dimudahkan oleh Allah. Semasa menghantar jenazah arwah, tiada lampu isyarat merah melambatkan perjalanan. Allahyarham kembali ke rahmatullah pada waktu pagi, keesokan paginya juga jenazah dapat dihantar ke Semenanjung.

Sedikit laporan daripada Faiez Yemeny di FB, group Umat akhir Zaman, beliau mengatakan bahawa allahyarham masih menuntut di Universiti Malaysia Terengganu (UMT), arwah seorang yang amat peramah, sentiasa tersenyum, fikirman dan karkun lama dikalangan pelajar. Walaupun sudah dua hari berlalu, darah di hidung dan mulutnya masih lagi mengalir, muka tenang dan jernih.

Sebelum arwah berangkat bersama jemaah ke Pamol, arwah sempat memberi sepucuk surat kepada Cikgu Juswan (rakan seusaha Masjid Pangeran Hj.Galpam) untuk dihantar kepada keluarganya di Sabak Bernam. Semoga Allah SWT mengurniakan pahala Syahid kepada arwah, diberi ganjaran SyurgaNya tanpa Hisab, diberi kesabaran kepada ayah bondanya dan mempertemukan kita dan beliau di Syurga Firdaus bersama dengan para Nabi, Siddiqin, Syuhada dan Solihin. Amin Ya Rabbal Alamin.

-------------------------------------------------------------

KISAH ALLAHYARHAM HUZAIFAH (II)

Pada 4/5/2010 (Selasa Pukul 10.00 pagi) saya dikejutkan dengan satu panggilan memberitahu anak saudara saya (anak abang) talah meninggal kerana mati lemas ketika keluar berdakwah selama 40 hari mengikut Jemaah Tabligh ke pendalaman Sabah. Tempat sebenar kejadian di Daerah Beluran, lebih kurang 2 1/2 jam perjalanan ke Bandar Sandakan.

Remaja ini bernama Muhammad Huzaifah Bin Muhammad Huzazi. Berumur 21 tahun. Pelajar Ijazah Teknologi Alam Sekitar, Universiti Malaysia Terengganu. Kami berusaha membawa balik ke rumahnya di Sabak Bernam secepat mungkin. Namun kerana peraturan dan dokumentasi, jenazah hanya berjaya di bawa balik pada keesokan harinya. Tiba di Masjid Sri Petaling sebaik sahaja solat Asar berakhir. Sebaik sahaja kain kapan di buka saya melihat wajahnya seperti sedang tidur tanpa menunjukkan kulit pucat dan kaku seperti kebiasaan mayat.

Saya teringat beberapa hadis yang memberikan tanda-tanda orang yang mati dalam keadaan baik (Husnul khatimah). Antaranya dahi berpeluh. Saya cuba mengusap dahi dan mukanya memang terasa berpeluh dan lembab. Darah juga masih mengalir segar. Ketika saya cuba menggantikan kapas di mulutnya kerana kapas tersebut telah penuh dengan darah, saya terkejut kerana darah segar merah masih keluar dari mulutnya dan mengenai kapas baru. Saya menyangkakan dia seperti masih hidup.

Ramai jemaah selepas solat asar juga bertanya adakah benar dia sudah mati kerana nampak seperti sedang tidur. Ketika ibunya ingin menciumnya untuk kali terakhir, ibunya tertekan dadanya. Sekali lagi darah merah cair keluar dari mulutnya. Mengikut kelaziman, selepas hampir 2 hari dan disimpan didalam peti ais jenazah ketika menunggu untuk dihantar pulang, sudah tentu mayat menjadi beku dan pucat. Darah pun sudah tentu telah menjadi beku dan mati. Namun kebesaran Allah s.w.t dan janjinya memang benar.

Ketika manusia berlumba-lumba mengejar keduniaan, masih kedapatan manusia-manusia yang terpilih untuk mati syahid. Saya terpanggil menulis dan berkongsi cerita ini kerana dalam keadaan sosial para remaja yang semakin larut dengan budaya barat, marilah kita mengajak diri kita, anak2 dan kaum keluarga untuk kembali kepada ajaran Islam sebenar dan mengamalkan amal-amal Islami secara bersungguh-sungguh.

Mudah-mudahan suatu hari nanti kita akan TERPILIH dalam golongan orang-orang yang mati syahid di jalan Allah s.w.t. Mengikut Ayahnya, Ayah angkatnya dan rakan2 universitinya, Huzaifah ini seorang remaja sangat berakhlak. Setiap masa terluang dihabiskan denganberkunjung ke masjid dan surau bagi menunaikan ibadah dan kerja-kerja agama.

Malahan sebahagian wang pinjamannya PTPTN; selain dari untuk yuran pengajian, digunakan untuk dakwah dan kerja-kerja agama. Malahan beliau beberapa kali memberitahu kepada ayahnya yang setiap kali cuti semester panjang, beliau akan ke Sabah kerana disana terlalu ramai orang sudah tinggalkan Islam (Murtad) dan jika masih Islam pun tapi tiada amalan Islam. Masjid dan surau kosong tiada jemaah.

Ketika selepas sembahyang Subuh hari sebelum beliau meninggal lemas ketika mandi di sungai, beliau telah berpesan kepada rakan-rakannya supaya meneruskan usaha dakwah dan mengembalikan orang-orang yang jauh daripada Islam kepada Islam semula. Amat mengagumkan dan membuatkan saya terasa amat kerdil dan tiada nilai. Semoga roh beliau ditempatkan dalam golongan syuhada sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah s.w.t.

PERSOALANNYA, diri kita, keluarga dan anak-anak kita bagaimana? Adakah telah pasti terselamat dari seksa alam akhirat? sama-sama kita renungkan.

sumber : syahirul.com


Baca Selanjutnya...

Thursday, 19 April 2012

WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ini adalah surat wasiat dari penjaga makam Nabi Muhammad SAW iaitu Sheikh Ahmad  Maeine (Saudi Arabia). Pada suatu malam ketika membaca Al-Quran di makam Rasulullah SAW. Selepas membaca lalu hamba tertidur, dalam tidur hamba bermimpi didatangi Rasulullah SAW lalu bersabda kepada hamba, dalam 60 000 orang yang meninggal dunia di zaman ini tiada seorang pun yang matinya dalam keadaan beriman.

(a) isteri tidak mendengar kata suami.
(b) orang kaya tidak lagi bertimbang rasa.
(c) orang tidak lagi berzakat dan tidak membuat kebajikan.

Oleh itu wahai Sheikh Ahmad, hendaklah kamu menyedarkan kepada orang Islam ini supaya membuat kebajikan, kerana hari penghabisan (Qiamat) akan tiba di mana bintang akan terbit dari langit, sesudah itu matahari akan turun di atas kepala.

PESANAN HAMBA INI

(a) berselawat - untuk junjungan Nabi kita Muhammad SAW.
(b) bertaubatlah - dengan segera sementara Pintu Taubat masih terbuka.
(c) Bersembahyangla..
(d) berzakat - jangan ditinggalkan.
(e) Menunaikan Fardhu haji - bila berkemampuan.
(f) Jangan menderhaka kepada kedua ibubapa.

sumber : hamba Allah
Baca Selanjutnya...

Thursday, 12 April 2012

ARWAH IBU LAWAT JENAZAH ANAK

sumber : dunia macam-macam
Kisah ini diceritakan oleh seorang ustaz yang bertugas memandikan mayat orang Islam di hospital. Lebih kurang jam 3.30 pagi, saya menerima panggilan dari Hospital Tengku Ampuan Rahimah Klang, Selangor untuk menguruskan jenazah lelaki yang sudah seminggu tidak dituntut. Di luar bilik mayat itu cukup dingin dan gelap serta sunyi dan hening.

...
Hanya saya dan seorang penjaga bilik tersebut yang berada dalam bilik berkenaan. Saya membuka dengan hati-hati penutup muka jenazah. Kulitnya putih, badannya kecil dan berusia awal 20-an. Allah Maha Berkuasa. Tiba-tiba saya lihat muka jenazah itu sedikit demi sedikit bertukar menjadi hitam. Mulanya saya tidak menganggap ia sebagai aneh, namun apabila semakin lama semakin hitam, hati saya mula bertanya-tanya. Saya terus menatap perubahan itu dengan teliti, sambil di hati tidak berhenti-henti membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Detik demi detik berlalu, wajah jenazah semakin hitam. Selepas lima minit berlalu, barulah ia berhenti bertukar warna. Ketika itu wajah mayat berkenaan tidak lagi putih seperti warna asalnya, tetapi hitam seperti terbakar. Saya keluar dari bilik berkenaan dan duduk termenung memikirkan kejadian aneh yang berlaku itu. Pelbagai pertanyaan timbul di kepala saya apakah yang sebenarnya telah terjadi? Siapakah pemuda itu? Mengapa wajahnya bertukar hitam? Persoalan demi persoalan muncul di fikiran saya.

Sedang saya termenung tiba-tiba saya dapati ada seorang wanita berjalan menuju ke arah saya. Satu lagi pertanyaan timbul, siapa pula wanita ini yang berjalan seorang diri di bilik mayat pada pukul 4.00 pagi. Semakin lama dia semakin hampir, dan tidak lama kemudian berdiri di hadapan saya. Dia berusia 60-an dan memakai baju kurung.

Ustaz," kata wanita itu."Saya dengar anak saya meninggal dunia dan sudah seminggu mayatnya tidak dituntut. Jadi saya nak tengok jenazahnya." kata wanita berkenaan dengan lembut.


Walaupun hati saya ada sedikit tanda tanya, namun saya membawa juga wanita itu ke tempat jenazah tersebut. Saya tarik laci 313 dan buka kain penutup wajahnya

"Betulkah ini mayat anak mak cik?"tanya saya."Mak cik rasa betul... tapi kulitnya putih."Makcik lihatlah betul-betul." kata saya. Selepas ditelitinya jenazah berkenaan,wanita itu begitu yakin yang mayat itu adalah anaknya. Saya tutup kembali kain penutup mayat dan menolak kembali lacinya ke dalam dan membawa wanita itu keluar dari bilik mayat. Tiba di luar saya bertanya kepadanya.

"Mak cik, ceritakanlah kepada saya apa sebenarnya yang berlaku sampai wajah anak mak cik bertukar jadi hitam?" tanya saya.Wanita itu tidak mahu menjawab sebaliknya menangis teresak-esak.Saya ulangi pertanyaan tetapi ia masih enggan menjawab.Dia seperti menyembunyikan sesuatu."Baiklah, kalau mak cik tidak mahu beritahu,saya tak mahu uruskan jenazah anak mak cik ini. "kata saya untuk menggertaknya.

Bila saya berkata demikian, barulah wanita itu membuka mulutnya.Sambil mengesat airmata, dia berkata,"Ustaz, anak saya ni memang baik,patuh dan taat kepada saya.Jika dikejutkan di waktu malam atau pagi supaya buat sesuatu kerja,dia akan bangun dan buat kerja itu tanpa membantah sepatahpun.Dia memang anak yang baik.Tapi..." tambah wanita itu lagi "apabila makcik kejutkan dia untuk bangun sembahyang,Subuh misalnya, dia mengamuk marahkan mak cik.Kejutlah dia, suruhlah dia pergi ke kedai,dalam hujan lebat pun dia akan pergi, tapi kalau dikejutkan supaya bangun sembahyang,anak makcik ini akan terus naik angin.Itulah yang mak cik kesalkan." kata wanita tersebut.

Jawapannya itu memeranjatkan saya.Teringat saya kepada hadis nabi bahawa barang siapa yang tidak sembahyang,maka akan ditarik cahaya iman dari wajahnya.Mungkin itulah yang berlaku.Wajah pemuda itu bukan sahaja ditarik cahaya keimanannya,malah diaibkan dengan warna yang hitam.

Selepas menceritakan perangai anaknya,wanita tersebut meminta diri untuk pulang.Dia berjalan dengan pantas dan hilang dalam persekitaran yang gelap.Kemudian saya pun memandikan, mengapankan dan menyembahyangkannya.

Selesai urusan itu, saya kembali ke rumah semula.Saya perlu balik secepat mungkin kerana perlu bertugas keesokan harinya sebagai imam di Masjid Sultan Sallehuddin Abdul Aziz Shah, Shah Alam.Selang dua tiga hari kemudian, entah kenapa hati saya begitu tergerak untuk menghubungi waris mayat pemuda tersebut. Melalui nombor telefon yang diberikan oleh Hospital Tengku Ampuan Rahimah,saya hubungi saudara Allahyarham yang agak jauh pertalian persaudaraannya.

Selepas memperkenalkan diri, saya berkata,"Encik, kenapa encik biarkan orang tua itu datang ke hospital seorang diri di pagi-pagi hari.Rasanya lebih elok kalau encik dan keluarga encik yang datang sebab encik tinggal di Kuala Lumpur lebih dekat dengan Klang."Pertanyaan saya itu menyebabkan dia terkejut,"Orang tua mana pula?" katanya.

Saya ceritakan tentang wanita berkenaan, tentang bentuk badannya,wajahnya, tuturannya serta pakaiannya."Kalau wanita itu yang ustaz katakan,perempuan itu adalah emaknya, tapi.... emaknya dah meninggal lima tahun lalu!"Saya terpaku, tidak tahu apa yang hendak dikatakan lagi.Jadi 'apakah' yang datang menemui saya pagi itu?

Walau siapa pun wanita itu dalam erti kata sebenarnya,saya yakin ia adalah 'sesuatu' yang Allah turunkan untuk memberitahu kita apa yang sebenarnya telah berlaku hingga menyebabkan wajah pemuda berkenaan bertukar hitam.Peristiwa tersebut telah terjadi lebih setahun lalu, tapi masih segar dalam ingatan saya.Ia mengingatkan saya kepada sebuah hadis nabi,yang bermaksud bahawa jika seseorang itu meninggalkan sembahyang satu waktu dengan sengaja,dia akan ditempatkan di neraka selama 80,000 tahun.Bayangkanlah seksaan yang akan dilalui kerana satu hari di akhirat bersamaan dengan seribu tahun di dunia.
Kalau 80,000 tahun?

Ingatlah..azab meninggalkan solat fardhu ini amat dahsyat dan tidak putus-putus seksaannya dari kehidupan dunia hinggalah kehidupan akhirat..Semoga kita semua mengambil iktibar dari cerita ini dan menjadi orang yang sentiasa menjaga solat,InsyaAllah..
Baca Selanjutnya...